Satpol PePe Kenapa Siiiiich....??


Hmmmm…lagi-lagi harus kita dengar derita saudara-saudara kita, rakyat kecil yang harus menjadi korban kelembutan hati teman kita yang terhormat bapak-bapak Satpol PP. Kali ini yang lebih tragis bocah kecil tak berdosa yang berumur 4,5 tahun. Bocah ini tewas dengan cara yang sangat menyedihkan, tersiram kuah panas bakso jualan sang ibu yang jadi target kejar-kejaran pahlawan kesiangan yang namanya Satuan Polisi Pamong Praja.

Maafkan saya jika tulisan saya kali agak berbau kekesalan. Sabar…..Sabar….saya harus mengelus dada ini untuk tidak melakukan kekerasan juga. Baik itu Cuma sekedar kata-kata. Karena saya tidak ingin melakukan hal sama yang dilakukan oleh satuan yang katanya diciptakan, diawasi, dan dilatih oleh orang-orang berpendidikan.

Kenapa sih negeri ini harus memiliki aparat yang harusnya mengayomi rakyatnya jika melanggar hukum, hukum yang konon juga di buat oleh manusia yang juga sumber kekhilafan . Harus diadili di tempat dengan segala kelembutan sikap hingga berujung pada kematian. Kenapa….?

Oh para pemimpinku, mereka hanyalah orang-orang yang ingin bertahan hidup. Jika mereka menurutmu melanggar apa yang kalian tetapkan, ingatkanlah mereka dengan kelembutanmu. Jika mereka tak mengerti maka ajarkanlah mereka dengan ilmu. Karena mereka bukanlah orang-orang berpendidikan dengan sederet gelar seperti kalian.

Mungkin, Jika mereka sepintar kalian mereka takkan disana harus berlari dengan takut dan tangis cuma untuk membelikan bayi mereka susu. Jika mereka seperti kalian mungkin mereka juga akan membuat kebijakan dan keputusan yang lebih memanusiawikan manusia. Bukan menganggap rakyat kecil seolah-olah binatang yang musti dikejar dan di buru karena mencuri di kebun yang juga milik perampok.

Jika mereka sepintar kalian mungkin mereka juga akan belajar merampok negeri ini. Tanpa harus takut dengan pentungan, karena sekalipun di penjara mereka bisa membeli penjara itu.

Oh para pemimpinku, maafkanlah jika kata-kataku ini teramatlah tidak mengenakkan dan mencerminkan kelembutan kasih. Tapi hati ini terluka ketika kulihat saudaraku harus bersimbah darah bertaruh nyawa guna menafkahi anak-anaknya.
Apasih yang kalian kejar, apalah arti sebuah piagam tata kota jikalau harus merendahkan manusia yang mengisi kota itu. Maafkan aku Satpol PP jika kata-kataku menyakitkan. Semoga pembuat kebijakan negeri ini berbuat untuk lebih mencerdaskan rakyatnya, bukan sekedar mengejar pujian keberhasilan ketika menjabat.

Dan petanyaan terakhir saya kenapa sich Satpol PP identik dengan kekerasan???

Popular posts