Dongeng Tentang Menanggalkan Beban



Alkisah seorang penempuh perjalanan yang jelas-jelas kelelahan, di jalan yang berdebu, dengan memanggul sebuah batu besar di pundaknya, tas punggung penuh dengan batu bata, sebuah labu besar di atas kepalanya, dan ilalang terlibat di sekeliling kakinya sehingga ia hanya mampu melangkah pendek-pendek. Seperti yang dapat anda bayangkan, ia berjalan dengan susah payah, bungkuk, kemajuannya lamban dan berat, pergumulan fisiknya luar biasa.

Seorang yang sedang duduk di tepi jalan menyapanya dan bertanya, “Mengapakah Anda membebani diri dengan batu yang demikian besar dan berat di pundak Anda?”

Secara tak terduga sang penempuh perjalanan menjawab, “Hmmm, Sebelum Anda menyinggungnya, sesungguhnya saya tidak memperhatikan lho, bahkan saya tidak memikirkan mengapa saya membawanya”. Setelah beberapa lama merenung, sang penempuh perjalanan menurunkan batunya, meninggalkan di tepi jalan, melanjutkan perjalanan, sedikit lebih tegak, sedikit lebih cepat.

Tidak jauh dari sana, ia berjumpa dengan seseorang lainnya yang menanyakan soal ransel yang penuh dengan batu itu. “Hmm. Untung Anda menanyakannya”, kata sang penempuh perjalanan. “ Sebelumnya tidak terlalu saya perhatikan, apa yang saya bawa dalam ransel saya”. Ia keluarkan semua batu tersebut, meninggalkan di tepi jalan dan melanjutkan perjalanannya.

Tidak jauh dari sana, seorang anak yang sedang bermain di pinggir jalan memanggilnya. “Hei tuan, mengapakah kaki tuan dililit dengan ilalang seperti itu?”

Sang penempuh perjalanan pun mengeluarkan pisau sakunya dan memutuskan ilalang tersebut.

Satu per Satu, yang berada di tepi jalan itu menyadarkan sang penempuh perjalanan tentang beban-bebannya yang tidak perlu. Jadi, satu per satu, ia peroleh kesadaran baru, menolak beban lamanya dan meninggalkan di tepi jalan. Akhirnya, ia beanr-benar bebas, dan berjalan tegak selayaknya manusia.

Apakah masalahnya itu batu besar, dan ilalang? Sama sekali bukan. Masalahnya satu-satunya adalah ketidaksadarannya akan semua itu.

Ayo kawan kita nikmati detik demi detik kita, hari demi hari. Sadari setiap beban yang Anda bawa-bawa kemudian lepaskan dan rilekslah……

Popular Posts