Posted by : Unknown Monday, April 13, 2009



Alkisah seorang penempuh perjalanan yang jelas-jelas kelelahan, di jalan yang berdebu, dengan memanggul sebuah batu besar di pundaknya, tas punggung penuh dengan batu bata, sebuah labu besar di atas kepalanya, dan ilalang terlibat di sekeliling kakinya sehingga ia hanya mampu melangkah pendek-pendek. Seperti yang dapat anda bayangkan, ia berjalan dengan susah payah, bungkuk, kemajuannya lamban dan berat, pergumulan fisiknya luar biasa.

Seorang yang sedang duduk di tepi jalan menyapanya dan bertanya, “Mengapakah Anda membebani diri dengan batu yang demikian besar dan berat di pundak Anda?”

Secara tak terduga sang penempuh perjalanan menjawab, “Hmmm, Sebelum Anda menyinggungnya, sesungguhnya saya tidak memperhatikan lho, bahkan saya tidak memikirkan mengapa saya membawanya”. Setelah beberapa lama merenung, sang penempuh perjalanan menurunkan batunya, meninggalkan di tepi jalan, melanjutkan perjalanan, sedikit lebih tegak, sedikit lebih cepat.

Tidak jauh dari sana, ia berjumpa dengan seseorang lainnya yang menanyakan soal ransel yang penuh dengan batu itu. “Hmm. Untung Anda menanyakannya”, kata sang penempuh perjalanan. “ Sebelumnya tidak terlalu saya perhatikan, apa yang saya bawa dalam ransel saya”. Ia keluarkan semua batu tersebut, meninggalkan di tepi jalan dan melanjutkan perjalanannya.

Tidak jauh dari sana, seorang anak yang sedang bermain di pinggir jalan memanggilnya. “Hei tuan, mengapakah kaki tuan dililit dengan ilalang seperti itu?”

Sang penempuh perjalanan pun mengeluarkan pisau sakunya dan memutuskan ilalang tersebut.

Satu per Satu, yang berada di tepi jalan itu menyadarkan sang penempuh perjalanan tentang beban-bebannya yang tidak perlu. Jadi, satu per satu, ia peroleh kesadaran baru, menolak beban lamanya dan meninggalkan di tepi jalan. Akhirnya, ia beanr-benar bebas, dan berjalan tegak selayaknya manusia.

Apakah masalahnya itu batu besar, dan ilalang? Sama sekali bukan. Masalahnya satu-satunya adalah ketidaksadarannya akan semua itu.

Ayo kawan kita nikmati detik demi detik kita, hari demi hari. Sadari setiap beban yang Anda bawa-bawa kemudian lepaskan dan rilekslah……

BIKIN WEBSITE MURAH

Popular Post

Labels

Opini Tips Internet Profil Bisnis Online Psikologi Televisi Tips Just 4 Laugh Kesehatan Tokoh web desain Bloging Cerpen Motivasi Gede Prama Internet Politic Joke. jasa web murah Blogger Dasar Blog SEO software website murah Kisah Sukses NLP Opinion Pendidikan Politik Tips Bisnis Tips Blogging desain internet marketing jasa install wordpress murah online shop Artikel Hypnosis Cara Pembuatan Website Healthy Komputer Mind Slengeean artikel web cloning toko market place dahlan iskan jasa blogspot jasa pembuatan blog profesional landing page logo market place nusapenida tour scrap toko online web murah website penjualan Anak Art Audio CMS. Cendekiawan Chating Cinta DPR RI 2014 Film Filsafat Jiddu Krishnamurti KAMUS KUTAI Kamus Daerah Pemilu 2014 Pendidikan anak Pengembangan Diri Reality Show Riset KW SMS Motivasi Sport Tokoh Investasi Trader Vibrasi alam alat berat android anggota legislatif apilkasi baca buku baca bahasa bahasa Kutai bali explore ban forklift belajar membuat website buat website buku bumi caleg 2014 desa id domain e commerce ebook forex forklift jalan-jalan jasa pembuatan web desa jasa seo jasa web desa jasa web desa kalimantan jasa web desa sulawesi jasa website murah kamus Online Kutai kursus web online kursus wordpress membuat blog caleg membuat blog murah memilih wordpress menu motivasi nama anak negara noorel nusa penida paket nusapenida pembuata web desa kutai kartanegara pembuatan web desa papua permak blog perpustakaan digital desa. pikiran pola hidup pt noorel pt noorel idea puisi religy sastrawan sosmed teknik seo sederhana tour bali tour nusapenida web sales website sales wisata bali

- Copyright © Handi Yan Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -