Dewan Perwakilan Semut



Oleh Handi Yan



Semut Pos melaporkan, hari ini setidaknya lebih dari ribuan semut, baik dari kelas pekerja, kelas ningrat, maupun yang ga naik-naik kelas. Sedang berdemo di depan gedung Dewan Perwakilan Semut alias DPS.

Mereka tampak sibuk menyampaikan orasi dan berbagai sepanduk dan gambar-gambar sesuai permintaan mereka. Namun dengan jumlah ribuan mereka tampak tetap tenang dan jauh dari aksi-aksi brutal. Peace maaan, coloteh salah satu semut.

Mereka tampak berdampingan damai dengan polisi pamong perasa dan polisi republik semut. Ketika ditanya salah seorang polisi mengatakan mereka tidak pernah mengalami kesulitan selama umur kerajaan semut dalam menangani pendemo ini. Menurut Inspektur.Jendral.AKP.Tharuntung Sinambolong SH. Rakyat semut adalah rakyat yang disiplin dan koeperatif, dan kerajaan semut sendiri adalah kerajaan yang sangat demokratis.

Ketika ditanya apa tuntutan aksi demo ini. Salah satu tokoh cendekiawan semut. Bapak Prof.Shemut Rahardjo.Msc mengatakan, dari hasil riset badan pengkajian pangan kerajaan. Kami mendapati hampir 99% rakyat semut sudah mengaalami titik jenuh dengan pola makan yang manis-manis. Selain rentan dengan diabetes. Stock gula kerajaan juga musti impor atau mencuri dari manusia.

Jadi kami mengusulkan dan meminta kepada pemerintah untuk melakukan evolusi perubahan pola makan nasional. Selain mengurangi angka penderita kencing manis dan kencing nanah..Ups salah. Emang raja singa…Maksud saya mengurangi angka kematian pekerja ketika mencuri bahan pangan dari manusia. Kasian mereka udah sering kegencet atau mabuk karena kapur BAGUS ketika cari gula.

Kami mengusulkan untuk perubahan penyediaan bahan makanan dari yang manis-manis ke berbagai pola rasa seperti asem,asin,pait,kecut dan pedas. Kita tidak boleh kalah dengan manusia yang segala macam dimakan.

Kita kan juga pengen makan pepes, rendang, gulay, empek-empek, martabak dan segala macam jenis jus dan minuman yang asyik-asyik. Tidak ada yang tidak mungkin bukan? Dan menurut riset yang kami lakukan setelah mengkonsumsi berbagai menu diatas salah satu objek penelitian kami yakni Ny.Ant Esparagus Parises bin Kosasih alias Inem.Hmmm namanya Ilmiah banget kan.

Penelitian membuktikan Ny.Inem ini setelah mengkonsumsi menu diatas secara rutin maupun acak telah menghasilkan sesuatu yang sangat signifikan, menakjubkan, amazing, dan sangat-sangat membanggakan.

Apakah ituuu. Ya, Ny.Inem ini sudah bisa bersendawa dan buang angin. Dahsyat bukan, bukankah ini yang selama ini kita impikan. Bukankah dua hal diatas adalah salah satu lambang kepuasan, dan kemakmuran.Tutur Profesor ini dengan penuh antusias sambil mengelap keningnya yang mulai basah.

Tidak lama Ketua Dewan Semut yakni Bpk.Supan Malenggang Di Awan SH, menyambut pendemo dengan ramah dan hangat.
Baik bapak-bapak, ibu-ibu, adek-adek. Karena kami adalah wakil rakyat maka setiap keluhan dan permintaan yang berasal dari hati nurai rakyat. Akan langsung kami proses, pelajari, dan pertimbangkan. Dan setelah rapat maka dewan memutuskan untuk mengabulkan permintaan anda-anda semua. Tuturnya dengan penuh karisma.

Kontan saja para semut berteriak “Jablaaaaaaaaaaaay” yang dalam bahasa semut berarti “horeee”
Lalu Sutan melanjutkan pidatonya. Dan untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional maka kami akan mengambil 90% dari APBD dan sisanya dari kerjasama rakyat. Dan untuk kerjasama penyediaan logistic maka kami akan kerjasama dengan rumah makan “bundo selero”. Sekian terima kasih. Sekian pula laporan saya.



Catatan : Kejadian dan peristiwa diatas hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tempat, dan segala macamnya. Itu terjadi tampa maksud untuk merendahkan golongan manapun. Cuma pengen berbagi cerita, berbagi tawa. Salam Indodamai and Cerdaz

Comments

Popular posts